Cara Mengatasi Keracunan Gas

Cara Mengatasi Keracunan Gas

Cara Mengatasi Keracunan Gas

Hivresourcegroup.org – Keracunan atau intoksikasi fuel diartikan sebagai terhirupnya udara bercampur racun yang berbahaya bagi tubuh, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Zat beracun tersebut kemudian beredar dalam darah dan menyebabkan gejala sakit tertentu.Beberapa jenis zat beracun berbentuk fuel yang biasa ditemukan di sekitar adalah karbon monoksida (CO). Zat ini ada dalam fuel buang kendaraan bermotor dan gasoline LPG rumah tangga.

Cara Mengatasi Keracunan Gas

Selain keracunan gas CO, kasus keracunan gasoline terjadi juga sering dijumpai di industri. Kasus yang baru terjadi yakni keracunan gasoline caustic soda terjadi di Karawang, Jawa Barat pada Kamis (3/6) lalu. Dikabarkan eighty warga mengalami sesak napas dan 22 orang dirawat di rumah sakitCaustic soda sendiri dikenal juga dengan istilah soda api atau senyawa kimia bernama natrium hidroksida. Mengutip laman Center for Disease plus Prevention Control (CDC) , senyawa ini bersifat korosif dan menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan selaput lendir; reaksi alergi; mata dan kulit terbakar; dan kerontokan rambut sementara.Keracunan gasoline bisa berakibat fatal bagi tubuh. Gejala keracunan sanggup saja mudah layaknya pusing dan mual. Namun, jika tidak segera mendapat penanganan medis, maka bisa merenggut nyawa. Oleh karenanya, keracunan harus segera mendapat pertolongan medis.

“Keracunan gasoline itu ada banyak jenisnya. Tapi apa pun itu, kalau terhirup dan dibawa darah, dia akan merusak sistem saraf pusat, sistem kardiovaskuler, sistem ginjal, hingga fatal dan menyebabkan kematian,” kata dokter spesialis emergensi Tri Maharani saat dihubungi CNNIndonesia.Com, Jumat (four/6).Zat beracun apa pun yang masuk dalam darah bisa sebabkan pembuluh darah menyempit dan gangguan kerja jantung sehingga menyebabkan sesak napas. Jika tidak ditangani segera, keracunan bisa meregang nyawa.

Keracunan fuel juga bisa menyebabkan seseorang mengalami defisit memori atau kondisi seseorang melupakan apa yang baru saja dia alami. Pada kasus ini, CO atau zat racun lainnya sudah jadi mengganggu kegunaan otak . Jika dibiarkan, intoksikasi dalam jumlah besar bisa menyebabkan seseorang hilang kesadaran dan kehilangan nyawa.Tri mengatakan, bahkan orang dengan gejala keracunan ringan sekali pun harus mendapatkan perawatan medis. Gejala keracunan seperti , pusing, sakit kepala serta mual, bisa menaikkan fatalitas pasien. Perawatan terbaik adalah dengan membawanya segera ke pusat penanganan medis.

“Penanganan terbaik adalah membawanya ke UGD rumah sakit supaya dapat diketahui berapa banyak gasoline yang terhirup dalam darah, kerusakan organ apa yang mungkin terjadi, sehingga akan ditangani lebih cepat,” kata Tri.Sebaiknya pasien dengan keracunan gas mendapat penanganan medis tidak kurang dari 24 jam setelah terpapar. Tri menjelaskan, kurun waktu 24 jam tersebut merupakan ‘golden time’ penanganan kegawatdaruratan.”Semakin cepat ditangani, semakin rendah kemungkinan memburuk,” ucapnya.

Baca Juga : Anak Positif Covid-19 Tak Harus Dirawat Dirumah sakit

Pada kondisi keracunan gas, dokter akan memberikan terapi oksigen (terapi hiperbarik) untuk menstabilkan kadar oksigen dalam tubuh. Terapi ini mengharuskan pasien keracunan menghirup oksigen murni dalam satu ruangan tertutup. Terapi ini hanya dilakukan di ruangan khusus yang dapat meningkatkan tekanan udara.”Biasanya dia diberikan dalam jangka waktu tertentu supaya mengembalikan fungsi organ yang mengalami kerusakan,” kata Tri.

Dokter juga akan memberikan obat sesuai dengan gejala keracunan yang ditimbulkan. Seperti obat mual dan obat pusing.Jika Anda mendapati gejala keracunan, sebaiknya memang segera mendapatkan perawatan medis. Ketika Anda sadar bahwa udara yang dihirup terkontaminasi racun, maka segera cari ruang terbuka dan mendatangi pusat medis terdekat.