Enam Harimau di Ragunan Jalani Bakal Tes PCR Covid

Enam Harimau di Ragunan Jalani Bakal Tes PCR Covid

Enam Harimau di Ragunan Jalani Bakal Tes PCR Covid Enam dari sembilan koleksi Pantheratigris Sumatera atau harimau sumatera dari Taman Margasatwa Lagunan di Jakarta Selatan menjadi pionir dalam uji swab polymerase chain reaction (PCR).

Enam Harimau di Ragunan Jalani Bakal Tes PCR Covid

hivresourcegroup – Pengambilan sampel dilakukan oleh dokter hewan di Taman Margasatwa Lagunan dan Suban Veterinary Centre (Bvet), Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.

Dua harimau sumatera bernama Tino dan Hari yang dinyatakan Covid-19 berdasarkan tes 14 Juli juga menjadi pionir tes swab PCR ini.

Ahmad Muchsin, dokter hewan di Taman Margasatwa Ragunan, mengatakan staf kebugaran tidak menggunakan anestesi untuk mengambil sampel.

Baca Juga : Montaji Agrihorti, Lemon Tidak Berbiji yang Kaya Vitamin

Namun, menurut Mukshin, cara pengambilan sampel keenam harimau tersebut tidak sama dengan cara pengambilan sampel hewan peliharaan.

“Kami menghindari pembiusan. Kalau masih bisa manual, kami lakukan secara manual,” kata Muksin kepada kru di depan kandang Harimau Sumatera Lagunans di Jakarta Selatan.

Menurut Muchsin, petugas fitnes akan didampingi oleh penjaga atau penjaga yang sudah dekat dengan satwa liar sehingga bisa diambil sampel dari harimau tersebut.

Mereka perlu membuat benturan harimau senyaman mungkin. Selain itu, pihak lain yang asing dengan harimau tidak diperbolehkan mendekati kandang pada saat pengambilan sampel.

Administrator Lagunan telah membatasi akses ke kandang harimau sumatera. Ada sangat sedikit dokter hewan di Lagunan dan Suban.

Selain itu, Mukshin mengatakan pihaknya tidak berhasil mengambil sampel dari tiga harimau sumatera lainnya. Pasalnya, ketiga spesies tersebut masih menjaga jarak dari penjaganya.

Baca Juga : Rekomendasi Obat untuk Penyakit Asam Urat

Sementara itu, sub koordinator informasi veteriner pada Dinas Veteriner Subang pada April Panus mengatakan, enam ekor harimau akan dibawa ke laboratorium Dinas Veteriner Subang. Sampel diuji menggunakan metode PCR seperti yang dilakukan pada manusia.

Menurut Aprizal, tes ini memakan waktu sekitar 1-2 hari. Namun karena sistem administrasi, hasil tes baru keluar dalam waktu sekitar 3 hari.

Sementara itu, situasi di Tino dan Hari semakin membaik. Namun, menurut pengamatan Aprizal, kedua harimau itu tidak terlihat sempurna.

Seperti mereka yang baru sembuh dari sakit, Aprizal, Tino, dan Hari masih belum cukup sehat dan pernapasan mereka tidak normal.