Jalan Kaki Bisa Membuat Umur Panjang

Jalan Kaki Bisa Membuat Umur Panjang

Jalan Kaki Bisa Membuat Umur Panjang

Hivresourcegroup.org – Olahraga tak kudu sangat menguras tenaga. Studi terakhir menemukan, sering berlangsung kaki setiap hari, baik sekaligus atau di dalam kala singkat, bisa memperpanjang angka harapan hidup.

Penelitian awal itu dipublikasikan di dalam konferensi ilmiah tahunan virtual yang digelar oleh American Heart Association (AHA) terhadap 20-21 Mei lalu.

Jalan Kaki Bisa Membuat Umur Panjang

Jalan kaki merupakan salah satu cara teraman dan termudah untuk tingkatkan kebugaran dan kesehatan, utamanya kebugaran jantung. Pedoman kebugaran AHA mencatat, orang dewasa dianjurkan setidaknya melakukan kegiatan fisik sedang 150 menit per minggu, atau 75 menit kegiatan fisik berat per minggu, atau gabungan keduanya.

Dalam studi ini, peneliti memantau kegiatan fisik peserta bersama dengan bantuan perangkat penghitung langkah. Peneliti mengamati seluruh style gerakan, termasuk menaiki tangga atau kegiatan umum rumah tangga lainnya.

Pemantauan dikerjakan terhadap th. 2011-2015 terhadap 16.732 wanita yang rata-rata berusia di atas 60 tahun. Peneliti menghitung cara harian dan pola berlangsung selama 4-7 hari peserta gunakan perangkat penghitung langkah.

Dalam tindak lanjutnya, peneliti mencari tingkat kematian bersama dengan beraneka penyebab selama enam th. sampai 31 Desember 2019. Hasilnya, peneliti mendapatkan sebanyak 804 persoalan kematian selama periode studi selama 2011-2019.

Peserta studi yang miliki lebih banyak cara atau kira-kira 4.500 cara per hari miliki angka harapan hidup yang lebih panjang.

Baca Juga : Zona Latihan Merupakan Rentang Denyut Jantung

Sementara itu, setiap penambahan 1.000 cara per hari dikaitkan bersama dengan penurunan 28 % risiko kematian. Penurunan 32 % risiko kematian didapat oleh peserta yang menyita penambahan 2.000 cara per hari.

“Hasil kami perlihatkan bahwa menyita 2.000 cara atau lebih selama penelitian dikaitkan bersama dengan manfaat angka harapan hidup yang lebih panjang,” ujar penulis utama studi, Christopher C Moore, menukil laman AHA.